spa-kemang

SPA KEMANG

spa-di-kemang

Cuman tau lulur? Ini dia 9 Spa Tradisional Asli Indonesia!

Memanjakan diri dengan menikmati spa dan relaksasi tentu menjadi kegemaran bagi sebagian besar wanita. Bahkan, kaum pria masa kinipun mulai suka menikmati spa. Jika kamu mengenal berbagai spa terkenal dari mancanegara seperti Swedish Spa, Thai Massage, Shiatsu, atau Ayurveda, kini sudah saatnya kamu mengetahui dan mencoba spa tradisional dari negeri sendiri. Apalagi, wisata spa kini telah menjadi salah satu keunggulan dalam pariwisata Indonesia. Bahkan, spa Indonesia dikenal di mancanegara sebagai salah satu yang terbaik.

Sayangnya, belum banyak yang mengetahui bahwa beberapa daerah di Indonesia memiliki spa tradisional-nya masing-masing. Karakteristik utama spa tradisional ini adalah penggunaan bahan-bahan alami dari alam Indonesia yang khasiatnya sudah diketahui secara turun-temurun. Lalu apa saja sih spa tradisional Indonesia?

1. Batengeh dari Minangkabau

Salah satu spa tradisional Indonesia yang paling terkenal adalah Batengeh atau bertangas artinya mandi uap. Spa yang satu ini memang berfungsi membersihkan, merawat dan mengobati. Jenisnya ada dua, yaitu Batengeh Kering dan Batengeh Basah. Wanita Minang seperti calon pengantin dan ibu-ibu yang baru melahirkan biasanya dirawat dengan spa Batengeh ini. Selain itu, orang-orang yang baru sembuh dari sakit juga disarankan untuk melakukan Batengeh. Memang spa yang satu ini berkhasiat untuk menghilangkan bau anyir dan mengembalikan fungsi rahim, mengembalikan kesegarah tubuh, serta mengobati berbagai penyakit seperti reumatik, penyakit kulit, sinusitis dan lainnya.

Alat dan bahan yang digunakan dalam Batengeh benar-benar alami dan tradisional. Beberapa alat yang digunakan diantaranya adalah periuk tanah, tikar pandan, kain sarung, bangku, tungku, bunga, daun, akar, biji, dan kulit kayu. Sementara itu, bahan yang digunakan umumnya bagian tumbuhan yang mengandung minyak astiri, seperti sereh wangi, pandan, sirih, gambelu, usa harum, dan kenanga.

2. Bakera dari Minahasa

Spa tradisional ini memiliki keunggulan yang tidak kalah dari produk spa modern dari luar. Bakera terutama bermanfaat untuk wanita yang baru saja bersalin. Spa tradisional ini memang memiliki khasiat khusus yaitu membuat kencang organ intim wanita. Orang Minahasa menyebutnya bakancing, artinya organ intim dan reproduksi wanita yang kendor setelah hamil dan melahirkan akan dikembalikan menjadi elastis.

Manfaat spa Bakera adalah mengeluarkan sisa darah nifas dengan lancar, menghilangkan bau amis dari organ reproduksi, memulihkan otot yang kaku dan kendor selama masa hamil dan otot dirangsang ke bentuk semula, sehingga ibu dapat merawat bayi dalam keadaan sehat. Selain itu, Bakera juga dapat membuat raut wajah menjadi segar kemerahan tidak pucat.

Ada 20 tanaman yang digunakan dalam Bakera, terdiri atas tanaman obat dan tanaman beraroma wangi, diantaranya cengkeh, dukung anak, daun pisang, daun balacai, daun sesewanua, daun tawaang, daun mangga, daun beluntas, daun sirih, daun pandan, daun sereh, daun jeruk, jahe, daun kayu manis, bawang putih, dan daun pala. Jenis tumbuhan tersebut mempunyai efek kekebalan tubuh, mengurangi rasa sakit dan menciptakan ketenangan, serta sebagai zat pembunuh kuman.

3.  Oukup dari Batak Karo di Sumatra Utara

Spa ini menggunakan beragam jenis tumbuhan yang berkhasiat, terutama untuk wanita yang baru melahirkan, penderita penyakit gula darah, rematik, asam urat, dan sebagainya. Oukup juga memiliki khasiat menyegarkan tubuh yang kelelahan. Efek dari Oukup diantaranya melonggarkan pernapasan, mengeluarkan angin dari tubuh, membuang racun melalui keringat, mengurangi nyeri otot, mengembalikan kualitas tidur, meremajakan kulit dan menetralisir tekanan darah.

Rempah-rempah yang digunakan dalam Oukup adalah jahe, kunyit, bunga lawang, temu kunci, ketumbar, daun seledri, kencur, dan masih banyak lagi.

4. Tangas Betawi dari Jakarta

Tangas adalah tradisi Betawi yang meliputi ritual pijat, lulur dan tangas atau uap. Ritual kecantikan dan kesehatan ala Betawi ini kerap dilakukan saat perempuan hamil, setelah melahirkan serta sebelum menikah. Dalam prosesi Tangas, dilakukan Sembe Ta’zim, yaitu pemijatan dan peregangan ala Betawi. Bahan yang digunakan dalam spa Tangas merupakan bahan alami yang kental unsur budaya, salah satunya adalah Bir Pletok.

 

5. So’oso dari Madura

Spa tradisional Madura ini terbukti meningkatkan kondisi kesehatan kulit dengan eksfoliasi menggunakan protein dari telur. Tidak heran, karena dahulu kerajaan kuno Madura merupakan pusatnya terapi kesehatan dan kebugaran. So’oso juga dikenal karena pijatannya yang lama dan intens, yang bekhasiat mengembalikan energi fisik dan spiritual.

Salah satu yang khas dari spa So’oso ini adalah Jamu Madura yang diminum setelah proses spa. Jamu Madura amat terkenal sebagai ramuan pengencang organ intim wanita yang umum dikonsumsi para wanita Madura.

 

6. Spa Batimung dari Banjar, Kalimantan Selatan

Spa yang satu ini memiliki unsur legenda, karena terinspirasi dari kisah legenda Putri Junjung Buih dan Lambung Mangkurat. Prinsip utama spa Batimung adalah mengalirkan hawa panas untuk melancarkan aliran darah dan memperbaiki metabolisme tubuh.

Dalam Batimung diterapkan pemijatan yang bermanfaat untuk membuang kotoran melalui keringat, menjaga metabolisme, dan juga relaksasi otot-otot. Selain itu, Batimun bermanfaat untuk pengobatan. Uap ramuan Batimung mengandung minyak astiri yang masuk ke dalam tubuh dan membantu menyembuhkan penyakit dan meredakan insomnia. Di Kalimantan Selatan, Batimung merupakan ritual wajib bagi pengantin Banjar, baik pria maupun wanita, yang dilakukan menjelang pernikahan.

 

7. Boreh dari Bali

Perawatan ini merupakan salah satu spa yang terkenal dan telah dilakukan secara turun-temurun antar generasi ini menggunakan bahan-bahan herbal, rempah-rempah dan akar-akaran yang dicampur dengan seksama. Bahan-bahan tersebut kemudian diaplikasikan dengan pijatan tradisional untuk menyembuhkan dan menyegarkan tubuh.

Orang-orang Bali menggunakan Boreh setelah melewati hari-hari bekerja keras di sawah, untuk menghilangkan pegal-pegal, meningkatkan kelancaran sirkulasi darah dan merilekskan badan. Boreh juga digunakan untuk menyembuhkan sakit kepala, rematik, demam dan hipertensi dengan kombinasi terapi panas dan penggunaan rempah.

 

8. Lulur dari Jawa

Jika kamu datang ke Spa manapun di Indonesia, pastilah menemukan menu lulur di antara semua perawatan yang ada. Perawatan kecantikan yang dahulu diberikan kepada putri-putri kerajaan Jawa ini menggunakan campuran tepung beras, kencur, dan beberapa rempah-rempah asli Indonesia. Lulur membuat kulit terasa halus lembut, bercahaya.

 

9. Tellu Sulapa Eppa dari suku Bugis di Sulawesi

Tellu Sulapa Eppa mempunyai arti hidup dalam harmoni. Sulapa Eppa sendiri merupakan empat elemen alam yaitu api, air, angin dan tanah yang bermakna filosofis. Jika dijaga keharmonisannya, keempatnya akan memberikan manfaat yang maksimal. Bahan yang dipakai untuk melakukan perawatan ini disebut Bedda Lotong, yaitu sejenis scrub dari bahan beras atau ketan putih tumbuk yang dicampur rempah-rempah wangi.

 

Nah, itu dia 9 spa tradisional Indonesia yang merupakan warisan budaya asli dari Tanah Air. Jika ingin mencobanya, kamu bisa mencari tempat-tempat perawatan atau day spa ketika berkunjung ke tempat-tempat asal spa diatas, atau datang ke spa parlor yang memang sudah menyediakan perawatan tersebut. Spa-spa yang lengkap menyediakan pelayanan spa khas Indonesia sudah mulai menyebar di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

 

Sumber gambar: www.koispabali.com, www.fantabulousholidays.com, tourism-review.com, ensogo.com.my, natashacrow.com

sumber : blog.gogonesia.com

gallery/08192b9d-24e9-4629-96b1-e52d7bb17c4a (1)